Kamis, 14 April 2011

Lembah Rindu

              Akan kemanakah angin melayang tatkala turun senja nan muram. Pada siapa lagu kuangankan jika kelam dalam kabut rindu tertahan. Kutulis ungkapan hatiku di diary lembah rindu yang selalu menemani malam kelabu seperti ini.

                Kerinduan ini semakin kuat seketika kubaca karya – karya puisimu. Rindu ini bukan kemesraan biasa, aku membayangkan saat – saat kita akan bertemu.

                “Aku mengerti apa yang kau rasa Fardan.” ujar Amara sambil membawa sebuah diary. Aku terperanjat mendengar suara lembut itu. Oh Tuhan, dialah tambatan hatiku.

                “Amara, aku ingin membawamu ke lembah rinduku.”

                “Fardan, semoga kau mengerti bahwa selama ini hanya kau lah cinta dalam lembah rinduku.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar