Sabtu, 19 Februari 2011

Pemuda Yang Bertaubat dengan Taubat Sejati

Oleh: Kontributor Special

Imam Malik bin Dinar mengajari kita dalam bagian ini tentang seorang pemuda kecil di waktu haji, dengan bertutur, ‘Ketika kami mengerjakan ibadah haji, kami mengucapkan talbiyah dan berdo’a kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala, tiba-tiba aku melihat seorang pemuda yang masih sangat muda usianya memakai pakaian ihram menyendiri di tempat penyendiriannya tidak mengucap talbiyah dan tidak berdzikir mengingat Allah Subhanallohu wa Ta’ala seperti orang-orang lainnya. Aku mendatanginya dan bertanya mengapa dia tidak mengucap talbiyah?

Kemudian dia menjawab,’Apakah talbiyah mencukupi bagiku, sedangkan aku sudah berbuat dosa dengan terang-terangan. Demi Allah! Aku khawatir bila aku mengatakan “labbaik” maka malaikat menjawab padaku,’tiada labbaik dan tiada kebahagian bagimu’. Lalu aku pulang dengan membawa dosa besar’.

Aku berkata kepadanya,’Sesungguhnya kamu memanggil Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.

Dia pun bertanya,’Apakah kamu menyuruhku untuk mengucap talbiyah?’

Aku menjawab,’Ya’

Kemudian dia berbaring di atas tanah, meletakkan salah satu pipinya ke tanah, mengambil batu dan meletakkannya ke pipi yang lain dan mencucurkan air matanya, seraya berucap, ‘labbaik allohumma labbaik’ Sungguh telah kutundukkan diriku kepadaMU, badan telah kuhempaskan di hadapanMU’.

Lalu aku melihatnya lagi di Mina dalam keadaan menangis, dia berkata,’Ya Allah Subhanallohu wa Ta’ala Sesungguhnya orang-orang telah menyembelih kurban dan mendekatkan diri kepadaMU, sedangkan aku tidak punya sesuatu yang bisa kugunakan untuk mendekatkan diri kepadaMU kecuali diriku sendiri, maka terimalah pengorbanan dariku’.

Kemudian dia pingsan dan tersungkur mati. Aku pun memohon kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala agar Dia berkenan menerimanya.

(Dikutip dari: Asybaluna Al-‘Ulama, Oleh Muhammad Shulthon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar